Vivelsia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Naskah birthday ke 22_Ayank via

Banjarmasin, 20 January 2009 (sesaat setelah kmu telpon)

Semua serasa singkat, teringat dulu ketika kita sama-sama malu mengakui cinta

Cinta….! Apa iya?? Akupun ragu akan rasa itu..

Aku pikir.. kamu hanya akan numpang lewat di hidupku..

(sama seperti yang lainnya)…

TERNYATA TIDAK…!

Aku pikir.. kamu hanya akan memberikan tangisan pada kepedihanku..

(sama seperti yang lainnya)…

TERNYATA TIDAK…!

Aku pikir.. kamu hanya akan membuatku bermasalah dengan Ayahku..

(sama seperti yang lainnya)…

TERNYATA TIDAK…!

Ahhh…., itu hanya kegundahan masa lalu.

Entah disadari atau tidak, kuakui AKU MEMANG JATUH CINTA

Aku menemuimu di penghujung 19 tahun usiamu..

Sampai kini kau beranjak di 22 tahun, rasa itu tlah jauh berubah

Ya… Rasa itu terus bertambah di tiap detiknya..

“ Sebuah rasa di atas sayang dan di atas cinta”

Hingga kelak kita menua, aku ingin selalu disampingmu..

Aku ingin selalu bersamamu..

Terimakasih …..

Karena sudah menyisihkan sebagian waktu di hidupmu untuk membahagiakanku..

Kau yang mengajariku memandang hidup dengan perspektif yang berbeda

HAPPY BIRTHDAY Sayang….

Semoga kau selalu mendapatkan apa yang kau inginkan…

Semoga kau bisa membahagiakan semua orang yang kau sayangi…

Semoga kau akan selalu menyangiku…

Via sayang kmu…..

Hari ini, besok, lusa, kemarin, nanti, dan selamanya…

Februari 10, 2009 Posted by | my poem | Tinggalkan sebuah Komentar

Banjarmasin’s Artery

Tugas perdana SPA 1 di kampus

Latar Belakang

Pemilihan vi Tema awal yang saya pilih dalam pembuatan sculpture ini adalah Kebudayaan sungai di Banjarmasin berkaitan dengan “kota seribu sungai “ sebagai julukan dari kota Banjarmasin.

Dilatarbelakangi oleh pemikiran bahwa, terjadi perdebatan di media masa mengenai julukan “kota seribu sungai” bagi Banjarmasin (kota dimana saya tinggal). Sehingga sebagai wujud pengapdian terhadap daerahnya, saya berminat untuk mengangkat citra itu kembali melalui cerita tentang sungai itu sendiri yang saya sajikan dalam wujud 3 dimensi_ sculpture.

Sudah bukan merupakan rahasia umum lagi bila julukan kota seribu sungai memang melekat pada kota Banjarmasin. Mengingat keadaan alam yang terdapat banyak sungai dengan ratusan anak sungainya yang mengelilingi kota Banjarmasin. Namun pemandangan seperti itu kiranya sudah seperti barang langka. Kita tidak akan menjumpai sungai-sungai yang mengalir tenang lagi, sebagai gantinya sungai-sungai kering, kotor, dangkal, bahkan sungai yang mongering akan banyak kita temukan di Banjarmasin.

Kalimantan Selatan adalah salah satu provinsi yang memiliki potensi sumber daya alam yang kaya dan corak kebudayaan yang beraneka ragam. Salah satu dari potensi sumber daya alam tersebut adalah banyaknya sungai sungai besar dan kecil yang mengalir di daerah Kalimantan Selatan. Bagi masyarakat di Kalimantan Selatan sungai merupakan urat nadi bagi kelangsungan kehidupan warganya. Mereka menafkahi seluruh keluarganya memalui sungai, sungai merupakan mata pencaharian bagi mereka, selain itu sungai juga berfungsi sebagai sara transportasi dan tempat masyarakat Banjarmasin melakukan semua aktivitas MCK-nya. Kebudayaan sungai sangat kental terasa di daerah ini pada masa itu.

Karena beberapa alasan itulah saya mengangkat tema mengenai kebudayaan sungai tersebut. Dalam sudut pandang sungai sebagai urat nadi kota Banjarmasin. Urat nadi yang terletak tersembunyi di dalam tubuh manusia, seperti itulah gambaran sungai pada sculpture ini, sungai terletak di dalamnya.

makna-dalam-sclupture

Februari 10, 2009 Posted by | architecture | Tinggalkan sebuah Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.