Vivelsia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Sendiri 2

ketika tak ada seorang pun yang bisa mendengarkan, tak ada sesosok teman, sahabat,keluarga, atau kekasih yang mampu untuk mengerti, sendiri menjadi hal yang sangat berharga disini. Aku merasakannya ketika ku telusuri jalan dari kampus menuju rumahku. ya…. Aku sendiri tanpa ada orang-orang yang aku butuhkan ada disampingku.
Aku bukan orang yang pandai menulis, dan tidak berharap tulisan ini akan dibaca oleh banyak orang nantinya. Ini hanyalah apresiasi dari kesendiriannku. Maaf….

Tugas kuliahku belum juga selesai sampai detik ini. Sementara minggu depan adalah evaluasi ke-2, penentuan apakah aku boleh melanjutkan tugas itu atau tidak.

Organisasi kuliahku sudah sangat tidak menyenangkan. banyak hal yang membuatku merasa tidak nyaman ada di sana. Aku benar-benar tak mengerti bagaimana aku harus bersikap. Rasanya semua hal yang kulakukan selalu salah di mata mereka. Sekarang hari minggu, dan hari kamis adalah pembukaan acaranya. Sampai detik ini masih banyak hal yang belum dikerjakan. “BANYAK HAL”….. Kenapa tak ada seorang pun yang berniat untuk mengurangi beban ini?? (bahkan, ketua dan dua orang terdekatku) Kenapa harus selalu aku yang memulainya?? Kenapa semua hal harus terpikirkan olehku?, sementara banyak orang panitia yang mungkin lebih berkompeten daripada aku.

Ketua, sahabatku, pacarku, jadi orang yang tak mengerti apa-apa disini. Mereka ga bisa mengerjakan apa-apa tanpa aku. Padahal aku tau siapa dan bagaimana mereka. Mereka adalah orang-orang hebat yang punya tanggung jawab akan kewajibannya.Mereka adalah orang-orang cekatan yang punya semangat tinggi akan hasil yang sempurna. Kenapa semua berbalik di sini?? Kenapa?? kenapa tidak ada inisiatif untuk mengurangi pengerjaan yang belum dikerjakan. Kenapa harus bendahara yang ganti kop surat?? kenapa harus bendahara yang ngeprint undangan? kenapa harus bendahara yang ngurusin humas?? Kenapa harus bendahara yang ngurus semua undangan? Kenapa harus bendahara? kemana yang lain?? Suatu organisasi memang harus dikejakan bersama-sama, tapi jika tak ada yang membantuku untuk berfikir, aku ga sanggup.. Aku masih punya tugas kuliahku dan keluargaku yang menungguku di rumah.

Kita mengawali kegiatan ini bersama-sama, Rapat pun bersama-sama, tapi kenapa tak banyak orang yang sadar akan masalah yang sedang dihapi. Aku tak mengerti, tidak sadarkh??, tidak tau kah??, atau “pura-pura tidak tau”… aku tak mengerti.

Maaf, ketua seharusnya bisa menjadi seorang pemimpin yang didengar oleh seluruh anggota panitia. Aku tak tau, salah ketuanya atau salah panitianya?? yang tidak bisa menghargai jabatan tersebut. Aku jadi orang yang serba salah disini, kestika aku sadar, bahwa keadaan sudah semakin mepet, aku pun mengambil alih semuanya. Tapi apa.. banyak selentingan miring tentangku.. Ya.. kusadari aku bukan ketua, dan tak punya kekuatan untuk menyuruh-nyuruh, atau memerintah seseorang. Lalu aku diam…. Ku biarkan mereka mengerjakan tugasnya masing-masing. Tanpa kupantau atau kucampuri pekerjaannya.
Tapi apa???

Besok gmana???… Apa yang harus ku perbuat?
Entahlahhh… apa yang akan terjadi di hari kamis nanti???

April 20, 2009 Posted by | Uncategorized | 1 Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.